Apakah Panel Surya Benar-Benar Ramah Lingkungan?

Gaya hidup hijau atau ramah lingkungan sedang digandrungi masyarakat belakangan ini, mengingat mulai meningkatnya wawasan dan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu perubahan iklim. Beberapa masyarakat bahkan dengan senang hati menginvestasikan hartanya untuk membeli alat-alat yang ramah lingkungan seperti kendaraan listrik dan panel surya. Namun apakah alat-alat tersebut benar benar ramah lingkungan? Apakah panel surya ramah lingkungan seperti yang umumnya masyarakat ketahui?

  • Panel Surya Mereduksi Emisi Karbon
    Panel surya tidak memancarkan gas rumah kaca yang berbahaya seperti karbon dioksida. Artinya pengoperasian panel surya tidak menghasilkan emisi karbon sama sekali. Hal ini dapat mereduksi potensi emisi karbon sehingga panel surya juga tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim. Emisi karbon yang dihasilkan panel surya hanya berasal dari siklus manufaktur dan daur ulang. Akan tetapi, nilai emisi yang dihasilkan dari proses pembuatan panel surya tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan emisi total dari penggunaan energi fosil untuk pembangkit listrik.
  • Menggunakan Energi Terbarukan
    Panel surya tidak menggunakan bahan bakar dan hanya memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik. Dan matahari adalah sumber energi yang paling berlimpah di bumi. Artinya panel surya sudah memanfaatkan energi terbarukan untuk menghindari kelangkaan stok energi karena energi fosil merupakan energi yang dapat habis di kemudian hari.
  • Hemat Energi
    Pemanfaatan panel surya dapat mengurangi ketergantungan listrik konvensional yang sebagian besar bersumber dari energi tak terbarukan. Masyarakat dapat menghemat listrik dengan mengkombinasikan dengan panel surya maupun menggunakan panel surya secara mandiri sehingga terjadi penghematan energi secara global.
  • Dapat Didaur Ulang
    Limbah panel surya tergolong aman dan dapat didaur ulang. 90% komponennya dikategorikan sebagai limbah yang tidak berbahaya. Hanya sebagian kecil komponen yang mengandung zat tidak ramah lingkungan seperti perak, timbal, timah. Namun kandungannya tidak lebih dari 1% termasuk silikon yang hanya 5%. Di beberapa negara maju seperti Uni Eropa, Jepang, Amerika, Australia, dan India telah memiliki regulasi tentang limbah panel surya .

Sumber: iesr.or.id, wikipedia.org, migas.esdm.go.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *