Salah satu infrastruktur energi alternatif yang banyak dikenal dan sedang digencarkan pembangunannya di Indonesia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selama ini, secara umum PLTS banyak diketahui terpasang pada area tanah atau lapang luas, dan atap.
Tapi sebenarnya, ada satu lagi lokasi yang dapat dijadikan tempat instalasi pembangkit listrik jenis ini, yaitu permukaan air. Dimana bentuknya sendiri dibangun dalam bentuk PLTS terapung. Mengutip penjelasan Kementrian ESDM, PLTS terapung adalah sebuah model PLTS terpusat yang diletakan terapung di atas air seperti danau, waduk, dan sejenisnya termasuk laut. Keunggulan dari wujud PLTS ini dibanding PLTS terpusat/biasa adalah tidak dibutuhkan lahan/daratan yang biasanya lebih mahal atau bernilah.
Di saat bersamaan, pembangunan PLTS di atas sebuah ekosistem perairan rupanya juga memiliki sejumlah dampak positif lain. Beberapa di antaranya mengurangi terjadinya penguapan air dan menghambat pertumbuhan gulma lain seperti eceng gondok dan algae.
Masih menurut sumber yang sama, disebutkan jika PLTS jenis ini memiliki efisiensi lebih tinggi dibanding PLTS konvensional yang diletakkan di atas atap atau tanah. Hal tersebut lantaran adanya temperatur yang dihasilkan dari proses pendinginan air yang berada di bawah sel-sel surya, ketika terpapar sinar matahari.
Disebutkan bahwa sejauh ini, baru sedikit negara yang menerapkan PLTS terapung dalam skala besar. Salah satu negara yang sudah lebih unggul dalam hal ini adalah Jepang, yang memiliki PLTS di sebuah kolah yang terletak di Nishihira dan Higashihira.
Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/
