Fotovoltaik atau sel surya adalah sebuah panel surya yang berfungsi sebagai penerima cahaya matahari dan untuk diubah menjadi energi listrik.
Teknologi ini ditemukan oleh ilmuwan Perancis, Alexandre-Edouard Becquerel pada tahun 1839 silam. Beliau menemukannya pada usia yang sangat belia yaitu 19 tahun.
Hanya tiga tahun kemudian, pada tahun 1876 William Grylls Adams dan Richard Evans Day menerapkan prinsip fotovoltaik yang ditemukan oleh Becquerel pada selenium. Mereka mencatat bahwa itu sebenarnya bisa menghasilkan listrik saat terkena cahaya. Hampir 50 tahun setelah penemuan efek fotovoltaik, pada tahun 1883, penemu Amerika Charles Fritz menciptakan sel surya selenium pertama yang berfungsi. Meskipun kami menggunakan silikon dalam sel untuk panel surya modern, sel surya ini merupakan pendahulu utama teknologi yang digunakan saat ini.
Di satu sisi, banyak fisikawan berperan dalam penemuan sel surya. Becquerel dikaitkan dengan mengungkap potensi efek fotovoltaik, dan Fritz dengan benar-benar menciptakan nenek moyang semua sel surya.
Berkat penemuan yang luar biasa ini, para ilmuwan baru saling menyempurnakan teknologi ini hingga menjadi panel surya seperti sekarang.
