Panel surya bisa dibilang merupakan salah satu teknologi yang terinspirasi dari proses fotosintesis tumbuhan. Lantas, bagaimana cara kerja panel surya yang mirip dengan proses fotosintesis tumbuhan?
Selayaknya proses fotosintesis pada tumbuhan, panel surya juga menggunakan sinar matahari untuk memproduksi energi. Bedanya, energi yang dihasilkan panel surya adalah energi listrik, bukan oksigen maupun glukosa.
Panel surya yang biasanya terpasang di atas gedung, rumah, atau lampu lalu lintas bekerja dengan menangkap partikel foton dari sinar matahari untuk melepaskan elektron dari atom. Kemudian, elektron-elektron diolah menjadi energi listrik.
Panel surya berisi komponen-komponen kecil bernama sel fotovoltaik, yang berfungsi untuk mengonversi sinar matahari menjadi energi listrik. Setiap sel fotovoltaik pada dasarnya terdiri dari dua lapis semikonduktor.
Semikonduktor tersebut umumnya terbuat dari silikon, material yang sama untuk membuat komponen chip komputer. Untuk bisa bekerja menghasilkan energi listrik, sel fotovoltaik perlu membentuk medan listrik dengan muatan berlawanan (positif dan negatif). Dalam membentuk medan listrik tersebut, lapisan atas semikonduktor atau silikon pada sel fotovoltaik ditambahkan material fosfor supaya mengandung muatan negatif. Sedangkan lapisan bawahnya, ditambahkan material boron supaya mengandung muatan positif.
Medan listrik itu nanti dapat menghasilkan energi listrik ketika tersorot dengan partikel foton dari sinar matahari. Saat sinar matahari masuk ke panel surya dan sel fotovoltaik, medan listrik di dalamnya bakal melepas elektron dari silikon. Kemudian, elektron-elektron yang lepas itu bakal terkumpul dan menghasilkan arus listrik yang dihantarkan melalui sirkuit. Dari sana, arus listrik tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjadi sumber daya perangkat-perangkat elektronik.
Sumber : tekno.kompas.com
